<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kura-Kura Purba Ini Suka Ngemil Buaya</title><description>Para ilmuwan menemukan fosil kura-kura yang 60 juta tahun silam pernah  menghuni Amerika Selatan yang dikatakan suka memakan buaya.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2012/05/18/56/631628/kura-kura-purba-ini-suka-ngemil-buaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2012/05/18/56/631628/kura-kura-purba-ini-suka-ngemil-buaya"/><item><title>Kura-Kura Purba Ini Suka Ngemil Buaya</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2012/05/18/56/631628/kura-kura-purba-ini-suka-ngemil-buaya</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2012/05/18/56/631628/kura-kura-purba-ini-suka-ngemil-buaya</guid><pubDate>Jum'at 18 Mei 2012 17:00 WIB</pubDate><dc:creator>Yoga Hastyadi Widiartanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/18/56/631628/GSyYj9blB9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Carbonemys cofrinii (foto: Live Science)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/18/56/631628/GSyYj9blB9.jpg</image><title>Carbonemys cofrinii (foto: Live Science)</title></images><description>WASHINGTON - Para ilmuwan menemukan fosil kura-kura yang 60 juta tahun silam pernah menghuni Amerika Selatan. Jauh berbeda dengan kura-kura modern, hewan pemakan daging ini dikatakan suka memakan buaya.Diwartakan Live Science, Jumat (18/5/2012), hewan bertempurung keras tersebut ditemukan dalam sebuah tambang batubara di Colombia pada 2005 lalu. Kura-kura itu kemudian diberi nama Carbonemys cofrinii yang berarti coal turtle (kura-kura batubara).Berbeda dengan saudaranya di masa kini, Carbonemys cofrinii memiliki ukuran tubuh layaknya mobil berukuran kecil. Para peneliti mengatakan hewan ini termasuk dalam kelompok kura-kura berleher atau pelomedusoides.Selain ukurannya yang amat besar, kura-kura purba itu juga dibekali taring dan rahang yang sangat kuat. Para peneliti mengatakan, hal tersebut berarti Carbonemys cofronii bisa memakan apapun mulai dari moluska, kura-kura lain yang lebih kecil, bahkan memakan buaya.&quot;Ini seperti memiliki satu kura-kura besar hidup di tengah danau. Kura-kura tersebut bertahan hidup dengan memakan semua kompetitor utamanya dalam memperoleh nutrisi,&quot; ujar peneliti dari North Carolina State University, dan Ksepka.Pada sisa-sisa tubuh kura-kura purba lain dari wilayah yang sama, para peneliti menemukan bekas gigitan. Menurut mereka, hal ini mengindikasikan hewan bertempurung keras itu diburu oleh buaya atau predator berkuran besar. &quot;Faktanya, buaya berukuran lebih kecil merupakan makanan yang mudah diperoleh raksasa ini,&quot; ujar Ksepka.</description><content:encoded>WASHINGTON - Para ilmuwan menemukan fosil kura-kura yang 60 juta tahun silam pernah menghuni Amerika Selatan. Jauh berbeda dengan kura-kura modern, hewan pemakan daging ini dikatakan suka memakan buaya.Diwartakan Live Science, Jumat (18/5/2012), hewan bertempurung keras tersebut ditemukan dalam sebuah tambang batubara di Colombia pada 2005 lalu. Kura-kura itu kemudian diberi nama Carbonemys cofrinii yang berarti coal turtle (kura-kura batubara).Berbeda dengan saudaranya di masa kini, Carbonemys cofrinii memiliki ukuran tubuh layaknya mobil berukuran kecil. Para peneliti mengatakan hewan ini termasuk dalam kelompok kura-kura berleher atau pelomedusoides.Selain ukurannya yang amat besar, kura-kura purba itu juga dibekali taring dan rahang yang sangat kuat. Para peneliti mengatakan, hal tersebut berarti Carbonemys cofronii bisa memakan apapun mulai dari moluska, kura-kura lain yang lebih kecil, bahkan memakan buaya.&quot;Ini seperti memiliki satu kura-kura besar hidup di tengah danau. Kura-kura tersebut bertahan hidup dengan memakan semua kompetitor utamanya dalam memperoleh nutrisi,&quot; ujar peneliti dari North Carolina State University, dan Ksepka.Pada sisa-sisa tubuh kura-kura purba lain dari wilayah yang sama, para peneliti menemukan bekas gigitan. Menurut mereka, hal ini mengindikasikan hewan bertempurung keras itu diburu oleh buaya atau predator berkuran besar. &quot;Faktanya, buaya berukuran lebih kecil merupakan makanan yang mudah diperoleh raksasa ini,&quot; ujar Ksepka.</content:encoded></item></channel></rss>
