<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Implementasi Fiber Optic Telkom Tingkatkan Layanan Pelanggan</title><description>PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom) meresmikan dan menerapkan  transformasi infrastruktur akses dari jaringan kabel tembaga ke jaringan  kabel fiber optic</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2012/04/30/54/621237/implementasi-fiber-optic-telkom-tingkatkan-layanan-pelanggan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2012/04/30/54/621237/implementasi-fiber-optic-telkom-tingkatkan-layanan-pelanggan"/><item><title>Implementasi Fiber Optic Telkom Tingkatkan Layanan Pelanggan</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2012/04/30/54/621237/implementasi-fiber-optic-telkom-tingkatkan-layanan-pelanggan</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2012/04/30/54/621237/implementasi-fiber-optic-telkom-tingkatkan-layanan-pelanggan</guid><pubDate>Senin 30 April 2012 18:34 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Luthfi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/04/30/54/621237/5oWPirAae0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Ahmad Luthfi - Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/04/30/54/621237/5oWPirAae0.jpg</image><title>(Foto: Ahmad Luthfi - Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom) meresmikan dan menerapkan transformasi infrastruktur akses dari jaringan kabel tembaga ke jaringan kabel fiber optic. Adanya modernisasi ini membuat Telkom bisa meningkatkan layanan terhadap pelanggan.&quot;Kenapa kami lakukan perubahan, karena kami semakin membutuhkan kapasitas yang besar. Ini akan memberikan dampak yang luar biasa sekali, kualitas Telkom kepada pelanggan akan jauh lebih baik. Dengan adanya infrastruktur true broadband ini, ada service yang bisa kami maksimalkan kepada pelanggan,&quot; ujar Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah pada acara media briefing dan peresmian acara bertajuk Welcome Broadband Era &amp;amp; Thanks to Copper di STO Semanggi 2, Jakarta, Senin (30/4/2012).Menurutnya, secara bertahap hingga sekira 2014 mendatang, akan ada dampak signifikan yang akan diterima pelanggan, yakni akses data misalnya, bisa mencapai 100 mega bit per second (Mbps). Selain itu, hal ini juga akan memberikan kesempatan bagi Telkom untuk melayangkan program-program unggulan serta peningkatan lainnya pada jaringan telekomunikasi, contohnya Telkomsel, layanan pay TV telkomvision dan sebagainya.Akses data yang besar saat ini bagi para pelanggan juga dirasa perlu bagi Telkom untuk mentransformasikan kabel jaringan tembaga ke kabel fiber optic. &quot;Kami mulai dari bisnis, untuk menunjang kebutuhan pelanggan. Kami harus mengetahui kebutuhan pelanggan,&quot; tuturnya.Direktur Network and Solution (NWS) Telkom Ermady Dahlan, mengatakan dengan transformasi tersebut, selain memberikan akses data lebih besar, juga akan memberikan efisiensi bagi perusahaan serta mampu meningkatkan revenue perusahaan sebesar 25 persen. &quot;Ini memberikan peluang bagi kami. Mencapai bandwidth hingga 100 Mbps, sehingga nantinya kami bisa meraih revenue yg lebih besar lagi,&quot; terangnya.Tidak hanya itu, juga akan mengurangi cost atau pengeluaran untuk beban biaya seperti listrik, pencahayaan dan sebagainya. &quot;Dengan phase out tersebut, biaya operasi bisa kami tekan, baik biaya listrik atau kondisi ruangan seperti penerangan. Biaya listrik ini bisa dipangkas hingga 40 persen,&quot; jelasnya.Sementara itu, Telkom sejak tahun 2011 telah meluncurkan program modernisasi jaringan akses sebanyak 360 ribu satuan sambungan layanan di 8 STO di dua kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta dan Surabaya. Untuk wilayah Jakarta, modernisasi dilakukan di STO Cengkareng, Gandaria, Kebayoran Baru, Semanggi 1, Slipi, Rawamangun dan Kelapa Gading. Sedangkan untuk wilayah Surabaya meliputi STO Injoko dan Manyar.</description><content:encoded>JAKARTA - PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom) meresmikan dan menerapkan transformasi infrastruktur akses dari jaringan kabel tembaga ke jaringan kabel fiber optic. Adanya modernisasi ini membuat Telkom bisa meningkatkan layanan terhadap pelanggan.&quot;Kenapa kami lakukan perubahan, karena kami semakin membutuhkan kapasitas yang besar. Ini akan memberikan dampak yang luar biasa sekali, kualitas Telkom kepada pelanggan akan jauh lebih baik. Dengan adanya infrastruktur true broadband ini, ada service yang bisa kami maksimalkan kepada pelanggan,&quot; ujar Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah pada acara media briefing dan peresmian acara bertajuk Welcome Broadband Era &amp;amp; Thanks to Copper di STO Semanggi 2, Jakarta, Senin (30/4/2012).Menurutnya, secara bertahap hingga sekira 2014 mendatang, akan ada dampak signifikan yang akan diterima pelanggan, yakni akses data misalnya, bisa mencapai 100 mega bit per second (Mbps). Selain itu, hal ini juga akan memberikan kesempatan bagi Telkom untuk melayangkan program-program unggulan serta peningkatan lainnya pada jaringan telekomunikasi, contohnya Telkomsel, layanan pay TV telkomvision dan sebagainya.Akses data yang besar saat ini bagi para pelanggan juga dirasa perlu bagi Telkom untuk mentransformasikan kabel jaringan tembaga ke kabel fiber optic. &quot;Kami mulai dari bisnis, untuk menunjang kebutuhan pelanggan. Kami harus mengetahui kebutuhan pelanggan,&quot; tuturnya.Direktur Network and Solution (NWS) Telkom Ermady Dahlan, mengatakan dengan transformasi tersebut, selain memberikan akses data lebih besar, juga akan memberikan efisiensi bagi perusahaan serta mampu meningkatkan revenue perusahaan sebesar 25 persen. &quot;Ini memberikan peluang bagi kami. Mencapai bandwidth hingga 100 Mbps, sehingga nantinya kami bisa meraih revenue yg lebih besar lagi,&quot; terangnya.Tidak hanya itu, juga akan mengurangi cost atau pengeluaran untuk beban biaya seperti listrik, pencahayaan dan sebagainya. &quot;Dengan phase out tersebut, biaya operasi bisa kami tekan, baik biaya listrik atau kondisi ruangan seperti penerangan. Biaya listrik ini bisa dipangkas hingga 40 persen,&quot; jelasnya.Sementara itu, Telkom sejak tahun 2011 telah meluncurkan program modernisasi jaringan akses sebanyak 360 ribu satuan sambungan layanan di 8 STO di dua kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta dan Surabaya. Untuk wilayah Jakarta, modernisasi dilakukan di STO Cengkareng, Gandaria, Kebayoran Baru, Semanggi 1, Slipi, Rawamangun dan Kelapa Gading. Sedangkan untuk wilayah Surabaya meliputi STO Injoko dan Manyar.</content:encoded></item></channel></rss>
