<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> HNW: Banjir Jakarta karena penyempitan sungai</title><description>Kawasan DKI Jakarta selalu di landa bencana banjir. Salah seorang bakal  calon Gubernur DKI Jakarta Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan, salah  satu penyebab terjadinya bencana banjir adalah adanya penyempitan  sungai.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2012/04/05/437/606236/hnw-banjir-jakarta-karena-penyempitan-sungai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2012/04/05/437/606236/hnw-banjir-jakarta-karena-penyempitan-sungai"/><item><title> HNW: Banjir Jakarta karena penyempitan sungai</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2012/04/05/437/606236/hnw-banjir-jakarta-karena-penyempitan-sungai</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2012/04/05/437/606236/hnw-banjir-jakarta-karena-penyempitan-sungai</guid><pubDate>Kamis 05 April 2012 12:29 WIB</pubDate><dc:creator>Rico Afrido</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/04/05/437/606236/KmrurI6rnO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi Dok : Sindonews</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/04/05/437/606236/KmrurI6rnO.jpg</image><title>ilustrasi Dok : Sindonews</title></images><description>Sindonews.com - Kawasan DKI Jakarta selalu di landa bencana banjir. Salah seorang bakal calon Gubernur DKI Jakarta Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan, salah satu penyebab terjadinya bencana banjir adalah adanya penyempitan sungai.&quot;Penyempitan karena Pemprov DKI dari dulu membiarkan wargnya mendiami tanah negara di bantaran kali,&quot; ujarnya kepada wartawan di Chams Resto Mampang, Jakarta, Rabu (4/4/2012).Salah satu contohnya adalah penyempitan Sungai Krukut. &quot;Sungai Krukut yang membanjiri rumah saya itu, awalnya 6 sampai 8 meter lebarnya,&quot; tuturnya.Akan tetapi, solusi untuk mengembalikan lebar sungai tak meski menggusur rumah warga yang berada di bantaran kali tersebut. &quot;Solusinya adalah dimana berkomunikasi dengan mereka, menghadirkan kepedulian kepada mereka untuk tidak memperparah kondisi sungai dengan kedisiplinan, tak membuang sampah misalnya,&quot; imbuhnya.Kemudian solusi lanjutannya, membuat sejumlah bak sampah di tiap rumah warga bantaran kali. Sampah-sampah tersebut bisa didaur ulang, sehingga bisa menjadi sebuah pendapatan atau penghasilan bagi warga.&quot;Selain penyempitan, hampir semua sungai terjadi pendangkalan. Di Pondok Labu misalnya. Pada tahun 80-an, warga mengaku masih bisa mandi di sungai. Karena kedalaman air 2 meter. Sekarang boro-boro, satu meter pun tidak. Airnya pun kotor,&quot; imbuhnya.Pendangkalan ini juga dibiarkan oleh Pemprov DKI. Hidayat meminta Gubernur tidak melepas tanggung jawab untuk menanganinya. Walaupun, kewenangan sungai ini ada di Pemerintah pusat yakni Pihak Pekerjaan Umum (PU).&quot;Gubernur harus rajin berkomunikasi dengan pihak PU dalam program pengerukan sungai,&quot; pungkasnya. (wbs)</description><content:encoded>Sindonews.com - Kawasan DKI Jakarta selalu di landa bencana banjir. Salah seorang bakal calon Gubernur DKI Jakarta Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan, salah satu penyebab terjadinya bencana banjir adalah adanya penyempitan sungai.&quot;Penyempitan karena Pemprov DKI dari dulu membiarkan wargnya mendiami tanah negara di bantaran kali,&quot; ujarnya kepada wartawan di Chams Resto Mampang, Jakarta, Rabu (4/4/2012).Salah satu contohnya adalah penyempitan Sungai Krukut. &quot;Sungai Krukut yang membanjiri rumah saya itu, awalnya 6 sampai 8 meter lebarnya,&quot; tuturnya.Akan tetapi, solusi untuk mengembalikan lebar sungai tak meski menggusur rumah warga yang berada di bantaran kali tersebut. &quot;Solusinya adalah dimana berkomunikasi dengan mereka, menghadirkan kepedulian kepada mereka untuk tidak memperparah kondisi sungai dengan kedisiplinan, tak membuang sampah misalnya,&quot; imbuhnya.Kemudian solusi lanjutannya, membuat sejumlah bak sampah di tiap rumah warga bantaran kali. Sampah-sampah tersebut bisa didaur ulang, sehingga bisa menjadi sebuah pendapatan atau penghasilan bagi warga.&quot;Selain penyempitan, hampir semua sungai terjadi pendangkalan. Di Pondok Labu misalnya. Pada tahun 80-an, warga mengaku masih bisa mandi di sungai. Karena kedalaman air 2 meter. Sekarang boro-boro, satu meter pun tidak. Airnya pun kotor,&quot; imbuhnya.Pendangkalan ini juga dibiarkan oleh Pemprov DKI. Hidayat meminta Gubernur tidak melepas tanggung jawab untuk menanganinya. Walaupun, kewenangan sungai ini ada di Pemerintah pusat yakni Pihak Pekerjaan Umum (PU).&quot;Gubernur harus rajin berkomunikasi dengan pihak PU dalam program pengerukan sungai,&quot; pungkasnya. (wbs)</content:encoded></item></channel></rss>
