<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ilmuwan Temukan Bakteri 'Pencuri' Zat Besi</title><description>Baru-baru ini ilmuwan menemukan bakteri yang dapat merebut zat besi dari sel di tubuh manusia yang sehat</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2012/02/21/56/579908/ilmuwan-temukan-bakteri-pencuri-zat-besi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2012/02/21/56/579908/ilmuwan-temukan-bakteri-pencuri-zat-besi"/><item><title>Ilmuwan Temukan Bakteri 'Pencuri' Zat Besi</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2012/02/21/56/579908/ilmuwan-temukan-bakteri-pencuri-zat-besi</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2012/02/21/56/579908/ilmuwan-temukan-bakteri-pencuri-zat-besi</guid><pubDate>Selasa 21 Februari 2012 17:59 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/21/56/579908/bxyWtvEz2U.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bakteri Neisseria (Foto: Physorg.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/21/56/579908/bxyWtvEz2U.jpg</image><title>Bakteri Neisseria (Foto: Physorg.com)</title></images><description>WASHINGTON - Baru-baru ini ilmuwan menemukan bakteri yang dapat merebut zat besi dari sel di tubuh&amp;nbsp; manusia yang sehat. Studi mengungkapkan&amp;nbsp; bagaimana proses 'pencurian' zat besi&amp;nbsp; tersebut.Seperti yang dilansir Physorg, Selasa (21/2/2012), ilmuwan dari National Institutes&amp;nbsp; of Health berkolaborasi dengan ahli biofisika,&amp;nbsp; James Gumbart di Amerika Serikat mengungkapkan&amp;nbsp; sebuah penemuan bakteri yang diberi nama&amp;nbsp; Neisseria.Bakteri ini dikatakan mampu mencuri zat besi&amp;nbsp; yang di dalamnya terdapat protein yang&amp;nbsp; mengandung logam. Bakteri Neisseria memiliki&amp;nbsp; sistem transportasi untuk mengangkut besi yang&amp;nbsp; terdiri dari dua bagian membran protein&amp;nbsp; kompleks.Gumbart mengatakan, pada tingkat molekuler,&amp;nbsp; membran protein utama yang disebut TbpA&amp;nbsp; menyerupai bentuk barel yang sempit, terbentuk&amp;nbsp; dari asam amino, bentukan tersebut menahan&amp;nbsp; semua protein.Saat proses transport atau 'pencurian'&amp;nbsp; tersebut sedang tidak aktif, barel of TbpA&amp;nbsp; tertahan oleh bagian yang terpisah dari&amp;nbsp; protein yang membentuk sebuah 'penyumbat'&amp;nbsp; untuk mencegah molekul lainnya dengan bebas&amp;nbsp; memasuki atau meninggalkan bakteri.&quot;Biasanya, protein ini terlihat seperti botol anggur dengan gabus di dalamnya, ketika protein mengandung zat besi datang, TbpA akan terbuka oleh protein lainnya di dalam bakteri, yang mampu menarik zat besi untuk masuk ke dalam&quot;, ujarnya.Untuk memberikan informasi yang lebih dapat dimengerti, Gumbart telah mengembangkan model komputasi yang menyoroti perubahan di TbpA elektrostatik.Tujuan jangka panjang dari penelitian menurut Gumbart adalah, dengan adanya penemuan ini, sehingga dapat mendorong pengembangan kelas antibiotik baru yang dapat mencegah tercurinya zat besi di dalam tubuh manusia oleh bakteri Neisseria tersebut.&quot;Tanpa besi, bakteri ini tidak memiliki harapan untuk bertahan hidup. Sekarang kita memiliki ide yang lebih baik tentang bagaimana proses ini bekerja, kita harus dapat menggunakan pengetahuan yang telah kita peroleh untuk memerangi penyakit ini.&quot; terangnya.Hasil penelitian telah muncul di jurnal online Nature.</description><content:encoded>WASHINGTON - Baru-baru ini ilmuwan menemukan bakteri yang dapat merebut zat besi dari sel di tubuh&amp;nbsp; manusia yang sehat. Studi mengungkapkan&amp;nbsp; bagaimana proses 'pencurian' zat besi&amp;nbsp; tersebut.Seperti yang dilansir Physorg, Selasa (21/2/2012), ilmuwan dari National Institutes&amp;nbsp; of Health berkolaborasi dengan ahli biofisika,&amp;nbsp; James Gumbart di Amerika Serikat mengungkapkan&amp;nbsp; sebuah penemuan bakteri yang diberi nama&amp;nbsp; Neisseria.Bakteri ini dikatakan mampu mencuri zat besi&amp;nbsp; yang di dalamnya terdapat protein yang&amp;nbsp; mengandung logam. Bakteri Neisseria memiliki&amp;nbsp; sistem transportasi untuk mengangkut besi yang&amp;nbsp; terdiri dari dua bagian membran protein&amp;nbsp; kompleks.Gumbart mengatakan, pada tingkat molekuler,&amp;nbsp; membran protein utama yang disebut TbpA&amp;nbsp; menyerupai bentuk barel yang sempit, terbentuk&amp;nbsp; dari asam amino, bentukan tersebut menahan&amp;nbsp; semua protein.Saat proses transport atau 'pencurian'&amp;nbsp; tersebut sedang tidak aktif, barel of TbpA&amp;nbsp; tertahan oleh bagian yang terpisah dari&amp;nbsp; protein yang membentuk sebuah 'penyumbat'&amp;nbsp; untuk mencegah molekul lainnya dengan bebas&amp;nbsp; memasuki atau meninggalkan bakteri.&quot;Biasanya, protein ini terlihat seperti botol anggur dengan gabus di dalamnya, ketika protein mengandung zat besi datang, TbpA akan terbuka oleh protein lainnya di dalam bakteri, yang mampu menarik zat besi untuk masuk ke dalam&quot;, ujarnya.Untuk memberikan informasi yang lebih dapat dimengerti, Gumbart telah mengembangkan model komputasi yang menyoroti perubahan di TbpA elektrostatik.Tujuan jangka panjang dari penelitian menurut Gumbart adalah, dengan adanya penemuan ini, sehingga dapat mendorong pengembangan kelas antibiotik baru yang dapat mencegah tercurinya zat besi di dalam tubuh manusia oleh bakteri Neisseria tersebut.&quot;Tanpa besi, bakteri ini tidak memiliki harapan untuk bertahan hidup. Sekarang kita memiliki ide yang lebih baik tentang bagaimana proses ini bekerja, kita harus dapat menggunakan pengetahuan yang telah kita peroleh untuk memerangi penyakit ini.&quot; terangnya.Hasil penelitian telah muncul di jurnal online Nature.</content:encoded></item></channel></rss>
