<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Komunitas Developer BlackBerry Indonesia Terbesar di Dunia</title><description>Research in Motion (RIM) menyatakan pengembang aplikasi BlackBerry yang  terbesar di dunia, berasal dari Indonesia.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2011/12/08/57/539665/komunitas-developer-blackberry-indonesia-terbesar-di-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2011/12/08/57/539665/komunitas-developer-blackberry-indonesia-terbesar-di-dunia"/><item><title>Komunitas Developer BlackBerry Indonesia Terbesar di Dunia</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2011/12/08/57/539665/komunitas-developer-blackberry-indonesia-terbesar-di-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2011/12/08/57/539665/komunitas-developer-blackberry-indonesia-terbesar-di-dunia</guid><pubDate>Kamis 08 Desember 2011 13:43 WIB</pubDate><dc:creator>Fiddy Anggriawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/08/57/539665/1ltKd3DZKE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ibnu Maksum,Pimpinan Komunitas Developer BlackBerry Indonesia (foto : Fiddy/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/08/57/539665/1ltKd3DZKE.jpg</image><title>Ibnu Maksum,Pimpinan Komunitas Developer BlackBerry Indonesia (foto : Fiddy/Okezone)</title></images><description>SINGAPURA - Research in Motion (RIM) menyatakan pengembang aplikasi BlackBerry yang  terbesar di dunia, berasal dari Indonesia. Hal senada juga diakui Ibnu Maksum  selaku pemimpin komunitas developer BlackBerry Indonesia.Ibnu mengatakan  komunitas pegembang aplikasi BlackBerry di Indonesia berjumlah sebanyak 374 orang anggota. Sedangkan pengembang yang hadir pada  ajang DevCon Asia 2011 di Singapura ini berjumlah 27 orang.&quot;Sebagai  komunitas (pengembang aplikasi Blackberry, red) terbesar di dunia dan sudah diakui oleh RIM, kami juga memiliki  beberapa kegiatan rutin, seperti setiap 3 bulan sekali mengadakan pertemuan  dengan seluruh pengembang baik itu independen maupun yang bergabung pada  perusahaan aplikasi untuk membahas mengenai pembuatan aplikasi pada platform  BlackBerry. Selain itu setiap 6 bulan, kami juga mengadakan pelatihan untuk para  pelajar dan mahasiswa. Pelatihan yang baru saja kami adakan berlangsung di  kampus ITB, Bandung,&quot; kata Ibnu di Suntec International Convention &amp;amp;  Exhibition Center, Singapura, Kamis (8/12/2011).Ibnu juga menjelaskan  ajang konfrensi pengembang aplikasi BlackBerry se-Asia ini sedang coba diarahkan unuk  membuat aplikasi yang ditujukan untuk PlayBook. Sebab aplikasi PlayBook masih  sedikit dibanding aplikasi tablet Android. Sebagai salah satu developer, dia  memprediksi sistem operasi (OS) BlackBerry 10 akan beralih dari platform Java ke  platform QNX.&quot;Kedepannya OS Java pada BlackBerry akan hilang dan beralih  ke QNX. Untuk membuat aplikasi tentunya nanti para pengembang aplikasi akan  beralih juga, dari Java developtmen ke QNX yang minimal harus menggunakan bahasa  pengkodean dari Adobe Air, Web Works atau bahasa pengkodean ketika membuat  aplikasi Android,&quot; papar Ibnu.&quot;Tentu bagi pengembang yang menciptakan  aplikasi di Android, maka mereka juga bisa menciptakannya untuk platform QNX di  BlackBerry karena bahasa pengkodeannya sama. Kemungkinan besar nantinya semua  pengembang aplikasi untuk BlackBerry akan menggunakan bahasa pengkodean Adobe  Air karena penggunaannya lebih mudah ,&quot; simpulnya.</description><content:encoded>SINGAPURA - Research in Motion (RIM) menyatakan pengembang aplikasi BlackBerry yang  terbesar di dunia, berasal dari Indonesia. Hal senada juga diakui Ibnu Maksum  selaku pemimpin komunitas developer BlackBerry Indonesia.Ibnu mengatakan  komunitas pegembang aplikasi BlackBerry di Indonesia berjumlah sebanyak 374 orang anggota. Sedangkan pengembang yang hadir pada  ajang DevCon Asia 2011 di Singapura ini berjumlah 27 orang.&quot;Sebagai  komunitas (pengembang aplikasi Blackberry, red) terbesar di dunia dan sudah diakui oleh RIM, kami juga memiliki  beberapa kegiatan rutin, seperti setiap 3 bulan sekali mengadakan pertemuan  dengan seluruh pengembang baik itu independen maupun yang bergabung pada  perusahaan aplikasi untuk membahas mengenai pembuatan aplikasi pada platform  BlackBerry. Selain itu setiap 6 bulan, kami juga mengadakan pelatihan untuk para  pelajar dan mahasiswa. Pelatihan yang baru saja kami adakan berlangsung di  kampus ITB, Bandung,&quot; kata Ibnu di Suntec International Convention &amp;amp;  Exhibition Center, Singapura, Kamis (8/12/2011).Ibnu juga menjelaskan  ajang konfrensi pengembang aplikasi BlackBerry se-Asia ini sedang coba diarahkan unuk  membuat aplikasi yang ditujukan untuk PlayBook. Sebab aplikasi PlayBook masih  sedikit dibanding aplikasi tablet Android. Sebagai salah satu developer, dia  memprediksi sistem operasi (OS) BlackBerry 10 akan beralih dari platform Java ke  platform QNX.&quot;Kedepannya OS Java pada BlackBerry akan hilang dan beralih  ke QNX. Untuk membuat aplikasi tentunya nanti para pengembang aplikasi akan  beralih juga, dari Java developtmen ke QNX yang minimal harus menggunakan bahasa  pengkodean dari Adobe Air, Web Works atau bahasa pengkodean ketika membuat  aplikasi Android,&quot; papar Ibnu.&quot;Tentu bagi pengembang yang menciptakan  aplikasi di Android, maka mereka juga bisa menciptakannya untuk platform QNX di  BlackBerry karena bahasa pengkodeannya sama. Kemungkinan besar nantinya semua  pengembang aplikasi untuk BlackBerry akan menggunakan bahasa pengkodean Adobe  Air karena penggunaannya lebih mudah ,&quot; simpulnya.</content:encoded></item></channel></rss>
