<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pegawai Google Bocorkan Kelemahan Google+</title><description>Seorang teknisi Google tak sengaja membocorkan rahasia dan kelemahan Google+ di situs jejaring sosial.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2011/10/13/55/514664/pegawai-google-bocorkan-kelemahan-google</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2011/10/13/55/514664/pegawai-google-bocorkan-kelemahan-google"/><item><title>Pegawai Google Bocorkan Kelemahan Google+</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2011/10/13/55/514664/pegawai-google-bocorkan-kelemahan-google</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2011/10/13/55/514664/pegawai-google-bocorkan-kelemahan-google</guid><pubDate>Kamis 13 Oktober 2011 12:02 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Taufiqurrakhman</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/10/13/55/514664/gzMFbnuMgA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Steve Yegge</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/10/13/55/514664/gzMFbnuMgA.jpg</image><title>Steve Yegge</title></images><description>CALIFORNIA - Seorang teknisi Google tak sengaja membocorkan rahasia dan kelemahan Google+ di situs jejaring sosial.Steve Yegge, seorang teknisi Google, berniat untuk berbagi keluhan dan kritikannya atas Google+ kepada pegawai lainnya di Google+, namun ia tak sengaja malah mem-publish-nya ke sekira dua ribu follower-nya. &quot;Satu hal yang tidak dilakukan dengan baik oleh Google untuk Google+ adalah platform. Kami tidak mengerti platform. Google+ adalah sebuah contoh utama kegagalan kami dalam memahami platform, mulai dari jajaran eksekutif Google tertinggi hingga karyawan terendah,&quot; tulis Yegge di akun Google+.&quot;Platform Google+ sangatlah menyedihkan dan sangat kurang dalam pengembangan API ketika diluncurkan,&quot; ungkapnya, selagi menambahkan bahwa Google+ juga tidak 'mengikuti' rencana kerja Facebook.Kemudian Yegge melanjutkan dengan menulis 'Setelah meluncurkan Google+, tim kami berkata kalau sepertinya Google+ membutuhkan game, harus mengontak penerbit game'.&quot;Hal-hal tersebut sudah memperlihatkan bahwa sangat salah cara berpikir kita sedari awal. Kami hanya mencoba memprediksi apa yang pengguna inginkan dan menghantarkannya kepada mereka,&quot; papar Yegge.Seperti yang dikutip dari Mashable, Kamis (13/10/2011), setelah bocor, Yegge kemudia menulis postingan permohonan maaf. &quot;Maksud dari postingan tersebut adalah untuk kalangan internal, namun malah terlihat untuk semua orang. Mungkin karena saya menulisnya sudah larut malam, dan juga saya juga bukan pengguna Google+ yang mahir,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>CALIFORNIA - Seorang teknisi Google tak sengaja membocorkan rahasia dan kelemahan Google+ di situs jejaring sosial.Steve Yegge, seorang teknisi Google, berniat untuk berbagi keluhan dan kritikannya atas Google+ kepada pegawai lainnya di Google+, namun ia tak sengaja malah mem-publish-nya ke sekira dua ribu follower-nya. &quot;Satu hal yang tidak dilakukan dengan baik oleh Google untuk Google+ adalah platform. Kami tidak mengerti platform. Google+ adalah sebuah contoh utama kegagalan kami dalam memahami platform, mulai dari jajaran eksekutif Google tertinggi hingga karyawan terendah,&quot; tulis Yegge di akun Google+.&quot;Platform Google+ sangatlah menyedihkan dan sangat kurang dalam pengembangan API ketika diluncurkan,&quot; ungkapnya, selagi menambahkan bahwa Google+ juga tidak 'mengikuti' rencana kerja Facebook.Kemudian Yegge melanjutkan dengan menulis 'Setelah meluncurkan Google+, tim kami berkata kalau sepertinya Google+ membutuhkan game, harus mengontak penerbit game'.&quot;Hal-hal tersebut sudah memperlihatkan bahwa sangat salah cara berpikir kita sedari awal. Kami hanya mencoba memprediksi apa yang pengguna inginkan dan menghantarkannya kepada mereka,&quot; papar Yegge.Seperti yang dikutip dari Mashable, Kamis (13/10/2011), setelah bocor, Yegge kemudia menulis postingan permohonan maaf. &quot;Maksud dari postingan tersebut adalah untuk kalangan internal, namun malah terlihat untuk semua orang. Mungkin karena saya menulisnya sudah larut malam, dan juga saya juga bukan pengguna Google+ yang mahir,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
