<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Tahun, Telkomvision Target 1 Juta Pelanggan IPTV</title><description>Rendahnya penetrasi tv berbayar (pay tv) di Indonesia, yang baru mencapai 3 persen atau maksimal 1,5. Juta pelanggan membuat Telkomvision menyiapkan sebuah terobosan baru dalam layanan mereka. Salah satu diantaranya adalah internet protocol TV (IPTV).</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2011/05/20/54/459090/4-tahun-telkomvision-target-1-juta-pelanggan-iptv</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2011/05/20/54/459090/4-tahun-telkomvision-target-1-juta-pelanggan-iptv"/><item><title>4 Tahun, Telkomvision Target 1 Juta Pelanggan IPTV</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2011/05/20/54/459090/4-tahun-telkomvision-target-1-juta-pelanggan-iptv</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2011/05/20/54/459090/4-tahun-telkomvision-target-1-juta-pelanggan-iptv</guid><pubDate>Jum'at 20 Mei 2011 11:26 WIB</pubDate><dc:creator>Susetyo Dwi Prihadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/05/20/54/459090/WIVCgoxWCq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Ilustrasi: Google image)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/05/20/54/459090/WIVCgoxWCq.jpg</image><title>(Ilustrasi: Google image)</title></images><description>JAKARTA - Rendahnya penetrasi tv berbayar (pay tv) di Indonesia, yang baru mencapai 3 persen atau maksimal 1,5. Juta pelanggan membuat Telkomvision menyiapkan sebuah terobosan baru dalam layanan mereka. Salah satu diantaranya adalah internet protocol TV (IPTV).&amp;nbsp;Sinergi yang baik anak perusahaan grup Telkom ini membuat Telkomvision sangat yakin dapat menciptakan pelanggan baru. Bahkan perseroan itu berani menargetkan 1 juta pelanggan IPTV dalam kurun waktu 3 tahun atau 2015 mendatang. Padahal, IPTV sendiri termasuk layanan tergolong baru.&quot;Kita optimis bisa meraih angka tersebut bahkan bisa lebih. Karena memang pay TV di Indonesia terbilang masih sangat kecil. Bandingkan dengan negara tetangga, Malaysia yang pay tv sudah mencapai 30 persen. Bahkan di India saja sudah 80 persen pay tv sudah mereka kuasai,&quot; terang Director of Operation Telkomvision aris Hartoni, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (19/5/2011).Sampai tahun 2015, Telkomvision memperinci 1 juta pelanggan IPTV denga dimulai pada tahun 2011 yang menargetkan 17 ribu pelanggan, beruntun 2012 200 ribu pelanggan, 2013 500 ribu pelanggan, 2014 750 ribu pelanggan, hingga pada 2015 nanti menembus 1 juta pelanggan IPTV.&quot;Kita sejak Februari lalu sudah melakukan ujicoba terhadap 300 yang diantaranya pelanggan Speedy dan komunitas seerta orang terkenal. Hasilnya sebagian besar dari mereka puas, terlebih fitur di IPTV seperti TV on Demand dan Video on Demand,&quot; tambahnya.Fitur TVoD dan VoD merupakan salah satu unggalan yang ditawarkan oleh IPTV, dimana melalui TVoD pengguna bisa melihat program TV yang sudah tayang sebelumnya, dengan flashback sampai 2 hari kebelakang. Sedangkan VoD sendiri memungkinkan pengguna menyewa film_film eksklusif dengan tambahan biaya per film.Sedikit penjelasan, IPTV milik Telkomvision merupakan tv yang berbasis kabel yang langsung berhubung ke rumah pelanggan. Sehingga pengguna yang sudah terhubung dengan kabel telephon dan Speedy, bisa langsung memasang IPTV.&quot;Untuk merealisasikan IPTV ini dibutuhkan dana sekira Rp50 Milliar sampai Rp100 miliar. Kebanyakan itu dipakai untuk membangun infrasturktu,&quot; kata Aris.Sementara itu, ditambahkan oleh Bambang lusmiadi Head of IP TV Telkomvision, layanan milik mereka ini sangat mendukung dan mendorong adanya konten lokal untuk membuat IPTV ini semakin kaya, entah itu film, musik sampai aplikasi.&quot;Jangan sampai kita kalah dengan tayangan luar atau bahkan tetangga yang mempunyai acara sendiri. Kita ingin IPTV ini menjadi platform baru bagi knten lokal,&quot; kata Bambang.Soal pembagian revenue share bisa dibicarakan sesuai kesepakatan antara 50:50, 60:40 atau bahkan 30:70 tergantung kualitas konten yang ditawarkan.</description><content:encoded>JAKARTA - Rendahnya penetrasi tv berbayar (pay tv) di Indonesia, yang baru mencapai 3 persen atau maksimal 1,5. Juta pelanggan membuat Telkomvision menyiapkan sebuah terobosan baru dalam layanan mereka. Salah satu diantaranya adalah internet protocol TV (IPTV).&amp;nbsp;Sinergi yang baik anak perusahaan grup Telkom ini membuat Telkomvision sangat yakin dapat menciptakan pelanggan baru. Bahkan perseroan itu berani menargetkan 1 juta pelanggan IPTV dalam kurun waktu 3 tahun atau 2015 mendatang. Padahal, IPTV sendiri termasuk layanan tergolong baru.&quot;Kita optimis bisa meraih angka tersebut bahkan bisa lebih. Karena memang pay TV di Indonesia terbilang masih sangat kecil. Bandingkan dengan negara tetangga, Malaysia yang pay tv sudah mencapai 30 persen. Bahkan di India saja sudah 80 persen pay tv sudah mereka kuasai,&quot; terang Director of Operation Telkomvision aris Hartoni, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (19/5/2011).Sampai tahun 2015, Telkomvision memperinci 1 juta pelanggan IPTV denga dimulai pada tahun 2011 yang menargetkan 17 ribu pelanggan, beruntun 2012 200 ribu pelanggan, 2013 500 ribu pelanggan, 2014 750 ribu pelanggan, hingga pada 2015 nanti menembus 1 juta pelanggan IPTV.&quot;Kita sejak Februari lalu sudah melakukan ujicoba terhadap 300 yang diantaranya pelanggan Speedy dan komunitas seerta orang terkenal. Hasilnya sebagian besar dari mereka puas, terlebih fitur di IPTV seperti TV on Demand dan Video on Demand,&quot; tambahnya.Fitur TVoD dan VoD merupakan salah satu unggalan yang ditawarkan oleh IPTV, dimana melalui TVoD pengguna bisa melihat program TV yang sudah tayang sebelumnya, dengan flashback sampai 2 hari kebelakang. Sedangkan VoD sendiri memungkinkan pengguna menyewa film_film eksklusif dengan tambahan biaya per film.Sedikit penjelasan, IPTV milik Telkomvision merupakan tv yang berbasis kabel yang langsung berhubung ke rumah pelanggan. Sehingga pengguna yang sudah terhubung dengan kabel telephon dan Speedy, bisa langsung memasang IPTV.&quot;Untuk merealisasikan IPTV ini dibutuhkan dana sekira Rp50 Milliar sampai Rp100 miliar. Kebanyakan itu dipakai untuk membangun infrasturktu,&quot; kata Aris.Sementara itu, ditambahkan oleh Bambang lusmiadi Head of IP TV Telkomvision, layanan milik mereka ini sangat mendukung dan mendorong adanya konten lokal untuk membuat IPTV ini semakin kaya, entah itu film, musik sampai aplikasi.&quot;Jangan sampai kita kalah dengan tayangan luar atau bahkan tetangga yang mempunyai acara sendiri. Kita ingin IPTV ini menjadi platform baru bagi knten lokal,&quot; kata Bambang.Soal pembagian revenue share bisa dibicarakan sesuai kesepakatan antara 50:50, 60:40 atau bahkan 30:70 tergantung kualitas konten yang ditawarkan.</content:encoded></item></channel></rss>
