<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bakrie Telecom Alokasi Rp100 Miliar untuk Startup Lokal</title><description>Menghadapi era konvergensi yang sudah di depan mata, Bakrie Telecom (Btel) berharap bisa membangkitkan industri telematika lokal dengan memberikan peluang usaha bagi startup-startup lokal.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2011/03/31/54/441052/bakrie-telecom-alokasi-rp100-miliar-untuk-startup-lokal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2011/03/31/54/441052/bakrie-telecom-alokasi-rp100-miliar-untuk-startup-lokal"/><item><title>Bakrie Telecom Alokasi Rp100 Miliar untuk Startup Lokal</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2011/03/31/54/441052/bakrie-telecom-alokasi-rp100-miliar-untuk-startup-lokal</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2011/03/31/54/441052/bakrie-telecom-alokasi-rp100-miliar-untuk-startup-lokal</guid><pubDate>Kamis 31 Maret 2011 17:58 WIB</pubDate><dc:creator>Defanie Arianti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/03/31/54/441052/mqVTShCinr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bakrie Media &amp; Technology Vision 2015 (Foto: Defanie Arianti / okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/03/31/54/441052/mqVTShCinr.jpg</image><title>Bakrie Media &amp; Technology Vision 2015 (Foto: Defanie Arianti / okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menghadapi era konvergensi yang sudah di depan mata, Bakrie Telecom (Btel) berharap bisa membangkitkan industri telematika lokal dengan memberikan peluang usaha bagi startup-startup lokal.
&amp;nbsp;
Itu diungkapkan CEO dan Presiden Direktur Bakrie Telecom Anindya Bakrie kala memaparkan visi dan ekspektasi perusahaan pada acara 'Media &amp;amp; Technology Vision 2015' di Blitz Megaplex, Grand Indonesia Jakarta, Kamis (31/3/2011).
&amp;nbsp;
Seperti diketahui, revolusi komunikasi yang terjadi saat ini memang mendorong pergeseran kebutuhan manusia, di mana internet semakin tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Munculnya berbagai perangkat pintar baru dengan ukuran yang semakin compact memungkinkan masyarakat selalu terhubung dengan dunia maya.
&amp;nbsp;
Anindya memperkirakan era konvergensi di Indonesia bisa terwujud pada 2015 mendatang. Namun untuk mewujudkannya tentu saja dibutuhkan upaya yang tidak gampang. Selain upaya-upaya dari pelaku industri telematika, banyak pihak lain yang harus dilibatkan demi mewujudkan wacana tersebut.
&amp;nbsp;
Atas pertimbangan itu, Btel pun berkomitmen mengalokasikan dana cukup besar untuk kemajuan startup lokal dalam menyambut era konvergensi. Tidak kurang dari Rp100 miliar telah disiapkan oleh Btel sebagai &amp;lsquo;dana inkubasi&amp;rsquo; untuk para technopreneurs dalam kurun lima tahun ke depan.
&amp;nbsp;
&quot;Untuk mewujudkan era konvergensi atau penggabungan total memang sebuah misi yang ambisius dan tidak mudah. Bukan hanya itu, upaya ini juga harus melibatkan banyak orang,&quot; ujar Anindya.
&amp;nbsp;
&quot;Karena itulah Btel siap melakukan investasi cukup besar untuk perkembangan industri telematika lokal. Kami berharap dalam lima tahun ke depan semakin banyak startup atau UMKM dalam bidang telematika yang terbentuk,&quot; imbuhnya.
&amp;nbsp;
Anindya menilai saat ini startup lokal masih menemui kesulitan untuk memulai usaha mereka. Pasalnya, industri telematika Indonesia dikuasai oleh korporasi-korporasi besar yang telah lama berkecimpung dalam industri tersebut.
&amp;nbsp;
&quot;Btel berharap agar dana inkubasi ini bisa membantu startup lokal mewujudkan ide-ide mereka ke dalam bentuk usaha. Untuk ke depannya, kami tidak ingin ada lagi ide-ide bagus yang terhambat masalah finansial,&quot; tutup Anindya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menghadapi era konvergensi yang sudah di depan mata, Bakrie Telecom (Btel) berharap bisa membangkitkan industri telematika lokal dengan memberikan peluang usaha bagi startup-startup lokal.
&amp;nbsp;
Itu diungkapkan CEO dan Presiden Direktur Bakrie Telecom Anindya Bakrie kala memaparkan visi dan ekspektasi perusahaan pada acara 'Media &amp;amp; Technology Vision 2015' di Blitz Megaplex, Grand Indonesia Jakarta, Kamis (31/3/2011).
&amp;nbsp;
Seperti diketahui, revolusi komunikasi yang terjadi saat ini memang mendorong pergeseran kebutuhan manusia, di mana internet semakin tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Munculnya berbagai perangkat pintar baru dengan ukuran yang semakin compact memungkinkan masyarakat selalu terhubung dengan dunia maya.
&amp;nbsp;
Anindya memperkirakan era konvergensi di Indonesia bisa terwujud pada 2015 mendatang. Namun untuk mewujudkannya tentu saja dibutuhkan upaya yang tidak gampang. Selain upaya-upaya dari pelaku industri telematika, banyak pihak lain yang harus dilibatkan demi mewujudkan wacana tersebut.
&amp;nbsp;
Atas pertimbangan itu, Btel pun berkomitmen mengalokasikan dana cukup besar untuk kemajuan startup lokal dalam menyambut era konvergensi. Tidak kurang dari Rp100 miliar telah disiapkan oleh Btel sebagai &amp;lsquo;dana inkubasi&amp;rsquo; untuk para technopreneurs dalam kurun lima tahun ke depan.
&amp;nbsp;
&quot;Untuk mewujudkan era konvergensi atau penggabungan total memang sebuah misi yang ambisius dan tidak mudah. Bukan hanya itu, upaya ini juga harus melibatkan banyak orang,&quot; ujar Anindya.
&amp;nbsp;
&quot;Karena itulah Btel siap melakukan investasi cukup besar untuk perkembangan industri telematika lokal. Kami berharap dalam lima tahun ke depan semakin banyak startup atau UMKM dalam bidang telematika yang terbentuk,&quot; imbuhnya.
&amp;nbsp;
Anindya menilai saat ini startup lokal masih menemui kesulitan untuk memulai usaha mereka. Pasalnya, industri telematika Indonesia dikuasai oleh korporasi-korporasi besar yang telah lama berkecimpung dalam industri tersebut.
&amp;nbsp;
&quot;Btel berharap agar dana inkubasi ini bisa membantu startup lokal mewujudkan ide-ide mereka ke dalam bentuk usaha. Untuk ke depannya, kami tidak ingin ada lagi ide-ide bagus yang terhambat masalah finansial,&quot; tutup Anindya.</content:encoded></item></channel></rss>
