<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasangan Mesir Namakan Anaknya 'Facebook'</title><description>Sepasang orangtua asal Mesir memberikan nama &amp;lsquo;Facebook&amp;rsquo; kepada anaknya demi memperingati revolusi yang berujung pada turunnya Hosni Mubarak dari kursi kepresidenan setelah 30 tahun berkuasa.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2011/02/20/91/426711/pasangan-mesir-namakan-anaknya-facebook</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2011/02/20/91/426711/pasangan-mesir-namakan-anaknya-facebook"/><item><title>Pasangan Mesir Namakan Anaknya 'Facebook'</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2011/02/20/91/426711/pasangan-mesir-namakan-anaknya-facebook</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2011/02/20/91/426711/pasangan-mesir-namakan-anaknya-facebook</guid><pubDate>Minggu 20 Februari 2011 17:23 WIB</pubDate><dc:creator>Defanie Arianti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/02/20/91/426711/AKxZrsWld8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perayaan warga Mesir setelah Hosni Mubarak menyatakan mundur dari kursi kepresidenan (Foto: Daylife)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/02/20/91/426711/AKxZrsWld8.jpg</image><title>Perayaan warga Mesir setelah Hosni Mubarak menyatakan mundur dari kursi kepresidenan (Foto: Daylife)</title></images><description>KAIRO&amp;nbsp;- Sepasang orangtua asal Mesir memberikan nama &amp;lsquo;Facebook&amp;rsquo; kepada anaknya demi memperingati revolusi yang berujung pada turunnya Hosni Mubarak dari kursi kepresidenan setelah 30 tahun berkuasa.
&amp;nbsp;
Ya, seorang pria berusia 20-an tahun memberi nama Facebook untuk anak perempuannya sebagai bentuk penghargaannya kepada situs jejaring sosial tersebut. Demikian seperti dilansir harian Al-Ahram yang dikutip Tech Crunch, Minggu (20/2/2011).
&amp;nbsp;
Seperti diketahui, berbagai media sosial, termasuk Facebook, memegang peran penting dalam revolusi Mesir. Warga Mesir memanfaatkan media sosial untuk mengorganisir demonstrasi besar-besaran di Tahrir Square maupun tempat-tempat lainnya guna mendesak Hosni Mubarak mundur dari kursi kepresidenan.
&amp;nbsp;
Mubarak akhirnya benar-benar mengundurkan diri pada 11 Februari, 18 hari setelah demonstrasi dilaksanakan. Tak ayal, Jamal Ibrahim pun mengekspresikan kegembiraannya dengan menamakan sang anak, Facebook Jamal Ibrahim.
&amp;nbsp;
Pengunaan Facebook di Mesir meningkat selama satu bulan terakhir. Tercatat, 32 ribu grup dan 14 ribu halaman baru terbentuk dalam kurun dua pekan sejak revolusi bergulir (25 Januari).</description><content:encoded>KAIRO&amp;nbsp;- Sepasang orangtua asal Mesir memberikan nama &amp;lsquo;Facebook&amp;rsquo; kepada anaknya demi memperingati revolusi yang berujung pada turunnya Hosni Mubarak dari kursi kepresidenan setelah 30 tahun berkuasa.
&amp;nbsp;
Ya, seorang pria berusia 20-an tahun memberi nama Facebook untuk anak perempuannya sebagai bentuk penghargaannya kepada situs jejaring sosial tersebut. Demikian seperti dilansir harian Al-Ahram yang dikutip Tech Crunch, Minggu (20/2/2011).
&amp;nbsp;
Seperti diketahui, berbagai media sosial, termasuk Facebook, memegang peran penting dalam revolusi Mesir. Warga Mesir memanfaatkan media sosial untuk mengorganisir demonstrasi besar-besaran di Tahrir Square maupun tempat-tempat lainnya guna mendesak Hosni Mubarak mundur dari kursi kepresidenan.
&amp;nbsp;
Mubarak akhirnya benar-benar mengundurkan diri pada 11 Februari, 18 hari setelah demonstrasi dilaksanakan. Tak ayal, Jamal Ibrahim pun mengekspresikan kegembiraannya dengan menamakan sang anak, Facebook Jamal Ibrahim.
&amp;nbsp;
Pengunaan Facebook di Mesir meningkat selama satu bulan terakhir. Tercatat, 32 ribu grup dan 14 ribu halaman baru terbentuk dalam kurun dua pekan sejak revolusi bergulir (25 Januari).</content:encoded></item></channel></rss>
