<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Suku Aborigin Astronom Pertama?</title><description>Susunan batu di pinggiran kota Melbourne, Australia, menyiratkan dugaan bahwa suku Aborigin merupakan astronom pertama di dunia.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2011/02/05/56/421692/suku-aborigin-astronom-pertama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2011/02/05/56/421692/suku-aborigin-astronom-pertama"/><item><title>Suku Aborigin Astronom Pertama?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2011/02/05/56/421692/suku-aborigin-astronom-pertama</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2011/02/05/56/421692/suku-aborigin-astronom-pertama</guid><pubDate>Sabtu 05 Februari 2011 16:07 WIB</pubDate><dc:creator>Defanie Arianti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/02/05/56/421692/s6QxMp43RL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Suku Aborigin diduga merupakan astronom pertama di dunia (Foto: Google image)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/02/05/56/421692/s6QxMp43RL.jpg</image><title>Suku Aborigin diduga merupakan astronom pertama di dunia (Foto: Google image)</title></images><description>MELBOURNE -&amp;nbsp;Susunan batu di pinggiran kota Melbourne, Australia, menyiratkan dugaan bahwa suku Aborigin merupakan astronom pertama di dunia.
&amp;nbsp;
Para ilmuwan menemukan susunan batu yang diletakkan secara teratur di sebuah peternakan dekat Gunung Rothwell, sekira 50 mil di barat Melbourne. Melihat susunan batu yang begitu teratur, mereka yakin batu-batu besar itu merupakan cara suku Aborigin mengamati pergerakan matahari.
&amp;nbsp;
Jika dugaan itu terbukti benar, berarti susunan batu ini sudah ada jauh sebelum monumen pra-sejarah Stonehenge di Inggris serta piramida di Mesir, atau sekira 10 ribu tahun lalu.
&amp;nbsp;
&quot;Batu-batu ini diletakkan secara rapi untuk mengetahui pergerakan matahari,&quot; ujar ahli astrofisika Profesor Ray Norris seperti dilansir Daily Mail, Sabtu (5/2/2011).
&amp;nbsp;
&quot;Ini tidak mungkin hasil pekerjaan asal-asalan. Susunan ini membutuhkan pengaturan yang sangat teliti,&quot; lanjut Norris lagi.
&amp;nbsp;
Susunan batu itu ditemukan dalam posisi setengah lingkaran, dimana dua titiknya membentuk garis lurus dengan posisi matahari pada siang hari di musim panas.
&amp;nbsp;
Masih dibutuhkan riset lebih lanjut terkait penemuan ini. Namun, kini para ilmuwan mengetahui bahwa susunan batu di Stonehenge terbilang cukup baru dalam dunia astronomi.
&amp;nbsp;
Stonehenge diyakini sudah ada sejak 1.500 tahun lalu, yang didirikan untuk mengukur pergerakan matahari dan bulan.
&amp;nbsp;
Sementara, piramida di Mesir disinyalir berdiri sekira 3.200 tahun sebelum Masehi.</description><content:encoded>MELBOURNE -&amp;nbsp;Susunan batu di pinggiran kota Melbourne, Australia, menyiratkan dugaan bahwa suku Aborigin merupakan astronom pertama di dunia.
&amp;nbsp;
Para ilmuwan menemukan susunan batu yang diletakkan secara teratur di sebuah peternakan dekat Gunung Rothwell, sekira 50 mil di barat Melbourne. Melihat susunan batu yang begitu teratur, mereka yakin batu-batu besar itu merupakan cara suku Aborigin mengamati pergerakan matahari.
&amp;nbsp;
Jika dugaan itu terbukti benar, berarti susunan batu ini sudah ada jauh sebelum monumen pra-sejarah Stonehenge di Inggris serta piramida di Mesir, atau sekira 10 ribu tahun lalu.
&amp;nbsp;
&quot;Batu-batu ini diletakkan secara rapi untuk mengetahui pergerakan matahari,&quot; ujar ahli astrofisika Profesor Ray Norris seperti dilansir Daily Mail, Sabtu (5/2/2011).
&amp;nbsp;
&quot;Ini tidak mungkin hasil pekerjaan asal-asalan. Susunan ini membutuhkan pengaturan yang sangat teliti,&quot; lanjut Norris lagi.
&amp;nbsp;
Susunan batu itu ditemukan dalam posisi setengah lingkaran, dimana dua titiknya membentuk garis lurus dengan posisi matahari pada siang hari di musim panas.
&amp;nbsp;
Masih dibutuhkan riset lebih lanjut terkait penemuan ini. Namun, kini para ilmuwan mengetahui bahwa susunan batu di Stonehenge terbilang cukup baru dalam dunia astronomi.
&amp;nbsp;
Stonehenge diyakini sudah ada sejak 1.500 tahun lalu, yang didirikan untuk mengukur pergerakan matahari dan bulan.
&amp;nbsp;
Sementara, piramida di Mesir disinyalir berdiri sekira 3.200 tahun sebelum Masehi.</content:encoded></item></channel></rss>
