<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Persaingan Telekomunikasi Ketat, Semua Serba Mungkin&quot;</title><description>Dua operator, Indosat dan XL, saat ini saling berebut posisi nomor dua.  Keduanya mengklaim jumlah pelanggan lebih banyak dari pesaing yang lain.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2010/10/11/54/381268/persaingan-telekomunikasi-ketat-semua-serba-mungkin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2010/10/11/54/381268/persaingan-telekomunikasi-ketat-semua-serba-mungkin"/><item><title>&quot;Persaingan Telekomunikasi Ketat, Semua Serba Mungkin&quot;</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2010/10/11/54/381268/persaingan-telekomunikasi-ketat-semua-serba-mungkin</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2010/10/11/54/381268/persaingan-telekomunikasi-ketat-semua-serba-mungkin</guid><pubDate>Senin 11 Oktober 2010 14:06 WIB</pubDate><dc:creator>Stefanus Yugo Hindarto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/10/11/54/381268/H7ciqGtfcC.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/10/11/54/381268/H7ciqGtfcC.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Dua operator, Indosat dan XL, saat ini saling berebut posisi nomor dua. Keduanya mengklaim jumlah pelanggan lebih banyak dari pesaing yang lain.Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi mengatakan, dalam tiga bulan ke depan segala sesuatu serba mungkin. Apalagi dengan kondisi industri telekomunikasi yang sedang bersaing cukup ketat sekarang ini.&quot;Dengan persaingan yang ketat seperti sekarang ini, operator yang memiliki strategi jitu mengakuisisi pengguna baru dan mempertahankan pengguna lama adalah operator yang akan memenangkan persaingan,&quot; kata Heru, saat dihubungi okezone, Senin (11/10/2010).Namun begitu, menurut pantuan Heru, permasalahan internal yang dialami Indosat saat ini akan menjadi persoalan utama bagi perusahaan.&quot;Nampaknya Indosat mengalami persoalan internal yang kita tidak tahu apa persisnya, beberapa punggawa berpengalaman di sana keluar,&quot; kata Heru.Sementara itu terkait upaya para operator yang demi 'gengsi' melakukan mark-up jumlah pelanggan, Heru mengatakan bahwa memang sulit untuk mengetahui apakah operator-operator tersebut jujur atau tidak dalam melaporkan jumlah pelanggan.&quot;Ya, memang sulit tapi kalau ada operator tiba-tiba menghapus sekian juta pengguna, dapat diduga mereka melakukan mark up sebelumnya. Dari situ bisa terlihat performanya,&quot; kata Heru.Sebelumnya XL Axiata mengklaim jika jumlah pelanggan mereka telah mencapai 38,5 juta, sesuai data terakhir pada akhir September lalu. Sedangkan Indosay, pada akhir Juni mengklaim jumlah pelanggan mereka sekira 37,8 juta.</description><content:encoded>JAKARTA - Dua operator, Indosat dan XL, saat ini saling berebut posisi nomor dua. Keduanya mengklaim jumlah pelanggan lebih banyak dari pesaing yang lain.Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi mengatakan, dalam tiga bulan ke depan segala sesuatu serba mungkin. Apalagi dengan kondisi industri telekomunikasi yang sedang bersaing cukup ketat sekarang ini.&quot;Dengan persaingan yang ketat seperti sekarang ini, operator yang memiliki strategi jitu mengakuisisi pengguna baru dan mempertahankan pengguna lama adalah operator yang akan memenangkan persaingan,&quot; kata Heru, saat dihubungi okezone, Senin (11/10/2010).Namun begitu, menurut pantuan Heru, permasalahan internal yang dialami Indosat saat ini akan menjadi persoalan utama bagi perusahaan.&quot;Nampaknya Indosat mengalami persoalan internal yang kita tidak tahu apa persisnya, beberapa punggawa berpengalaman di sana keluar,&quot; kata Heru.Sementara itu terkait upaya para operator yang demi 'gengsi' melakukan mark-up jumlah pelanggan, Heru mengatakan bahwa memang sulit untuk mengetahui apakah operator-operator tersebut jujur atau tidak dalam melaporkan jumlah pelanggan.&quot;Ya, memang sulit tapi kalau ada operator tiba-tiba menghapus sekian juta pengguna, dapat diduga mereka melakukan mark up sebelumnya. Dari situ bisa terlihat performanya,&quot; kata Heru.Sebelumnya XL Axiata mengklaim jika jumlah pelanggan mereka telah mencapai 38,5 juta, sesuai data terakhir pada akhir September lalu. Sedangkan Indosay, pada akhir Juni mengklaim jumlah pelanggan mereka sekira 37,8 juta.</content:encoded></item></channel></rss>
