<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ramah Lingkungan Kunci Sukses Data Center</title><description>Ramah lingkungan tetap menjadi isu penting dalam pemanfaatan data center.  Selain itu, pengambilalihan secara cepat ketika sistem bermasalah juga  mendapat porsi yang besar bagi perusahaan untuk memilih data center.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2010/09/28/324/376929/ramah-lingkungan-kunci-sukses-data-center</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2010/09/28/324/376929/ramah-lingkungan-kunci-sukses-data-center"/><item><title>Ramah Lingkungan Kunci Sukses Data Center</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2010/09/28/324/376929/ramah-lingkungan-kunci-sukses-data-center</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2010/09/28/324/376929/ramah-lingkungan-kunci-sukses-data-center</guid><pubDate>Selasa 28 September 2010 16:55 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/09/28/324/376929/swbiIQRfYe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Data center</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/09/28/324/376929/swbiIQRfYe.jpg</image><title>Data center</title></images><description>RAMAH lingkungan tetap menjadi isu penting dalam pemanfaatan data center. Selain itu, pengambilalihan secara cepat ketika sistem bermasalah juga mendapat porsi yang besar bagi perusahaan untuk memilih data center.&quot;Arahan global kami sangat jelas dan dengan petunjuk inilah kami mengimplementasikan teknologi informasi (TI) hijau di Indonesia. Semuanya hanya bisa dicapai dengan memilih solusi yang ramah lingkungan dan konsumsi daya lebih sedikit,&amp;rdquo; kata Head of IT Department PT Siemens Indonesia Rifan Adi.Menimbang tawaran yang ada, PT Siemens Indonesia akhirnya menjajal solusi dari Fujitsu. Dalam proyek konsolidasi data center, PT Siemens Indonesia mengimplementasikan tiga solusi dari Fujitsu yang terdiri atas server blade Primergy BX600S3, sistem storage Eternus 3000, dan peranti lunak manajemen ServerView Resource Coordinator (RCVE). Pada saat proyek konsolidasi data center selesai pada 2008 lalu, PT Siemens Indonesia mampu memetik manfaat dari penggunaan teknologi tersebut.&quot;Kami bisa menghemat biaya operasional TI hingga 20 persen.Konsumsi daya juga turun hingga 30 persen dengan mengonsolidasikan server di data center dari 40 unit menjadi 20 unit,&quot; kata Rifan. Solusi TI hijau, menurut dia, bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah dari bentuk dan ukurannya yang kompak,skalabilitas tak terbatas dari server blade, fleksibilitas dari RCVE, dan fitur manajemen yang komprehensif dengan kemampuan automated failover (mengambil alih kegagalan secara otomatis).&quot;Fitur automated failover Fujitsu lebih mudah dan sederhana dibandingkan dengan solusi yang lain,&quot; imbuh Rifan. Salah satu pertimbangan memilih Fujitsu adalah peranti lunak RCVE yang mampu menyediakan server dengan cepat.Di samping itu, solusinya memungkinkan organisasi TI di perusahaannya lebih responsif terhadap perubahan kebutuhan bisnis. &quot;Sekarang, kami dapat menyediakan server untuk tim proyek atau melakukan instalasi aplikasi baru dalam waktu singkat. Kami hanya perlu sekitar 15 sampai 30 menit,bukan dalam hitungan hari,&quot; beber Rifan.Kemampuan automated failover memperpendek waktu pemulihan sehingga PT Siemens Indonesia mampu memenuhi 98,5 persen service level agreement(SLA). Chief Operation Officer Fujitsu Indonesia Achmad S Sofwan mengatakan, Fujitsu Indonesia dan Siemens Indonesia adalah dua perusahaan teknologi yang samasama sangat memperhatikan faktor lingkungan.&quot;Di tingkat global, Fujitsu telah mengumumkan perluasan dari inisiatif Green Policy Innovation dengan tujuan mengurangi emisi CO2 hingga lebih dari 15 juta ton hingga 2012 mendatang,&quot; ungkapnya.Sementara itu, Achmad Sofwan mengatakan, Fujitsu Indonesia telah menunjuk Raymon Firdauzi sebagai Platform Product Line of Business Head. Dengan demikian, sejak 23 Agustus lalu Raymon bertanggung jawab terhadap seluruh aktivitas perusahaan di area manajemen produk, prapenjualan, dan jalur penjualan.Raymon mengawali karier di Procter and Gamble dan kemudian berpindah ke sejumlah perusahaan lokal sambil menyelesaikan studinya di bidang instrumentasi dan robotika di Universitas Kristen Satya Wacana,Salatiga. Sebelum bergabung dengan Fujitsu Indonesia, Raymon adalah National Senior Sales and Marketing Manager pada perusahaan distribusi multiproduk TI, PT Astrindo Senayasa. (Koran SI/ M Iqbal)</description><content:encoded>RAMAH lingkungan tetap menjadi isu penting dalam pemanfaatan data center. Selain itu, pengambilalihan secara cepat ketika sistem bermasalah juga mendapat porsi yang besar bagi perusahaan untuk memilih data center.&quot;Arahan global kami sangat jelas dan dengan petunjuk inilah kami mengimplementasikan teknologi informasi (TI) hijau di Indonesia. Semuanya hanya bisa dicapai dengan memilih solusi yang ramah lingkungan dan konsumsi daya lebih sedikit,&amp;rdquo; kata Head of IT Department PT Siemens Indonesia Rifan Adi.Menimbang tawaran yang ada, PT Siemens Indonesia akhirnya menjajal solusi dari Fujitsu. Dalam proyek konsolidasi data center, PT Siemens Indonesia mengimplementasikan tiga solusi dari Fujitsu yang terdiri atas server blade Primergy BX600S3, sistem storage Eternus 3000, dan peranti lunak manajemen ServerView Resource Coordinator (RCVE). Pada saat proyek konsolidasi data center selesai pada 2008 lalu, PT Siemens Indonesia mampu memetik manfaat dari penggunaan teknologi tersebut.&quot;Kami bisa menghemat biaya operasional TI hingga 20 persen.Konsumsi daya juga turun hingga 30 persen dengan mengonsolidasikan server di data center dari 40 unit menjadi 20 unit,&quot; kata Rifan. Solusi TI hijau, menurut dia, bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah dari bentuk dan ukurannya yang kompak,skalabilitas tak terbatas dari server blade, fleksibilitas dari RCVE, dan fitur manajemen yang komprehensif dengan kemampuan automated failover (mengambil alih kegagalan secara otomatis).&quot;Fitur automated failover Fujitsu lebih mudah dan sederhana dibandingkan dengan solusi yang lain,&quot; imbuh Rifan. Salah satu pertimbangan memilih Fujitsu adalah peranti lunak RCVE yang mampu menyediakan server dengan cepat.Di samping itu, solusinya memungkinkan organisasi TI di perusahaannya lebih responsif terhadap perubahan kebutuhan bisnis. &quot;Sekarang, kami dapat menyediakan server untuk tim proyek atau melakukan instalasi aplikasi baru dalam waktu singkat. Kami hanya perlu sekitar 15 sampai 30 menit,bukan dalam hitungan hari,&quot; beber Rifan.Kemampuan automated failover memperpendek waktu pemulihan sehingga PT Siemens Indonesia mampu memenuhi 98,5 persen service level agreement(SLA). Chief Operation Officer Fujitsu Indonesia Achmad S Sofwan mengatakan, Fujitsu Indonesia dan Siemens Indonesia adalah dua perusahaan teknologi yang samasama sangat memperhatikan faktor lingkungan.&quot;Di tingkat global, Fujitsu telah mengumumkan perluasan dari inisiatif Green Policy Innovation dengan tujuan mengurangi emisi CO2 hingga lebih dari 15 juta ton hingga 2012 mendatang,&quot; ungkapnya.Sementara itu, Achmad Sofwan mengatakan, Fujitsu Indonesia telah menunjuk Raymon Firdauzi sebagai Platform Product Line of Business Head. Dengan demikian, sejak 23 Agustus lalu Raymon bertanggung jawab terhadap seluruh aktivitas perusahaan di area manajemen produk, prapenjualan, dan jalur penjualan.Raymon mengawali karier di Procter and Gamble dan kemudian berpindah ke sejumlah perusahaan lokal sambil menyelesaikan studinya di bidang instrumentasi dan robotika di Universitas Kristen Satya Wacana,Salatiga. Sebelum bergabung dengan Fujitsu Indonesia, Raymon adalah National Senior Sales and Marketing Manager pada perusahaan distribusi multiproduk TI, PT Astrindo Senayasa. (Koran SI/ M Iqbal)</content:encoded></item></channel></rss>
