<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nenek Moyang Kecoak Muncul Dalam Fosil 3D </title><description>Teknologi 3D merambah pula ke bidang ilmiah dan dipergunakan para ilmuwan untuk mempresentasikan sebuah fosil. </description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2010/04/14/56/322434/nenek-moyang-kecoak-muncul-dalam-fosil-3d</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2010/04/14/56/322434/nenek-moyang-kecoak-muncul-dalam-fosil-3d"/><item><title>Nenek Moyang Kecoak Muncul Dalam Fosil 3D </title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2010/04/14/56/322434/nenek-moyang-kecoak-muncul-dalam-fosil-3d</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2010/04/14/56/322434/nenek-moyang-kecoak-muncul-dalam-fosil-3d</guid><pubDate>Rabu 14 April 2010 10:07 WIB</pubDate><dc:creator>Rachmatunnisa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/04/14/56/322434/wofvk9TIeN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/04/14/56/322434/wofvk9TIeN.jpg</image><title>(Foto: Ist)</title></images><description>WASHINGTON - Era tiga dimensi nampaknya tak hanya menjadi dominasi tayangan film atau perangkat televisi. Teknologi ini juga merambah ke bidang ilmiah dan dipergunakan para ilmuwan untuk mempresentasikan sebuah fosil. Ilmuwan di Inggris memamerkan fosil nenek moyang kecoak yang diperkirakan hidup pada masa 300 juta tahun lalu. Yang menarik, fosil tersebut dipamerkan dalam format 3D. Fosil 3D tersebut berasal dari sampel spesies Archimylacris eggintoni yang telah difosilkan. Archimylacris eggintoni merupakan nenek moyang dari kecoak modern, rayap dan sejenis serangga predator. Serangga ini hidup pada periode Carboniferous, sekira 359 hingga 299 juta tahun silam.Dilansir LiveScience, Rabu (14/4/2010), normalnya, fosil tersebut memiliki ukuran panjang tubuh antara dua hingga sembilan sentimeter dan lebar sekira empat sentimeter. &quot;Periode Carboniferous terkadang disebut juga sebagai zamannya kecoak, karena fosil Archimylacris eggintoni dan saudara-saudaranya menjadi serangga yang paling umum pada masa ini,&quot; kata Russell Garwood dari Imperial College London seraya menambahkan bahwa spesies ini dapat ditemukan di seluruh dunia.Para peneliti di Natural History Museum, London kemudian menciptakan gambar fosil dengan menggunakan perangkat pemindai CT. Dengan pemindai tersebut, mereka bisa mengambil sinar 3142 x-ray dari fosil dan menghimpun gambar-gambar tersebut dalam format 3D yang akurat, sehingga terciptalah sebuah fosil virtual dari spesies Archimylacris eggintoni. Dengan fosil virtual tersebut, para ilmuwan bisa menggunakannya untuk memvisualisasikan semua anggota badan Archimylacris eggintoni, yang belum pernah dilihat mata manusia sebelumnya.</description><content:encoded>WASHINGTON - Era tiga dimensi nampaknya tak hanya menjadi dominasi tayangan film atau perangkat televisi. Teknologi ini juga merambah ke bidang ilmiah dan dipergunakan para ilmuwan untuk mempresentasikan sebuah fosil. Ilmuwan di Inggris memamerkan fosil nenek moyang kecoak yang diperkirakan hidup pada masa 300 juta tahun lalu. Yang menarik, fosil tersebut dipamerkan dalam format 3D. Fosil 3D tersebut berasal dari sampel spesies Archimylacris eggintoni yang telah difosilkan. Archimylacris eggintoni merupakan nenek moyang dari kecoak modern, rayap dan sejenis serangga predator. Serangga ini hidup pada periode Carboniferous, sekira 359 hingga 299 juta tahun silam.Dilansir LiveScience, Rabu (14/4/2010), normalnya, fosil tersebut memiliki ukuran panjang tubuh antara dua hingga sembilan sentimeter dan lebar sekira empat sentimeter. &quot;Periode Carboniferous terkadang disebut juga sebagai zamannya kecoak, karena fosil Archimylacris eggintoni dan saudara-saudaranya menjadi serangga yang paling umum pada masa ini,&quot; kata Russell Garwood dari Imperial College London seraya menambahkan bahwa spesies ini dapat ditemukan di seluruh dunia.Para peneliti di Natural History Museum, London kemudian menciptakan gambar fosil dengan menggunakan perangkat pemindai CT. Dengan pemindai tersebut, mereka bisa mengambil sinar 3142 x-ray dari fosil dan menghimpun gambar-gambar tersebut dalam format 3D yang akurat, sehingga terciptalah sebuah fosil virtual dari spesies Archimylacris eggintoni. Dengan fosil virtual tersebut, para ilmuwan bisa menggunakannya untuk memvisualisasikan semua anggota badan Archimylacris eggintoni, yang belum pernah dilihat mata manusia sebelumnya.</content:encoded></item></channel></rss>
