<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNI Lengkapi ATM dengan Antiskimming</title><description>Dengan adanya tindak kejahatan pembobolan ATM dengan cara pengintipan atau skimmer, Bank Negara Indonesia (BNI) 1946 telah melengkapi ATM-nya dengan antiskim.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2010/01/21/54/296300/bni-lengkapi-atm-dengan-antiskimming</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2010/01/21/54/296300/bni-lengkapi-atm-dengan-antiskimming"/><item><title>BNI Lengkapi ATM dengan Antiskimming</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2010/01/21/54/296300/bni-lengkapi-atm-dengan-antiskimming</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2010/01/21/54/296300/bni-lengkapi-atm-dengan-antiskimming</guid><pubDate>Kamis 21 Januari 2010 12:36 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/01/21/54/296300/fSK73mVoF7.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/01/21/54/296300/fSK73mVoF7.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Dengan adanya tindak kejahatan pembobolan ATM dengan cara pengintipan atau skimmer, Bank Negara Indonesia (BNI) 1946 telah melengkapi ATM-nya dengan antiskim.&quot;Sekitar 70 persen ATM BNI di Indonesia sudah menggunakan antiskimming,&quot; ujar Head External Communication BNI 46, Tachi, saat menggelar konferensi pers di lantai 32, Gedung BNI 46, Jakarta, Kamis (21/1/2010).Namun Tachi tidak bisa menyebutkan alat tersebut secara teknis. &quot;Ini adalah upaya kami untuk meminimalisir kejahatan skimmer,&quot; ucapnya.Selain memfasilitasi ATM dengan antiskim, BNI juga berencana akan melakukan penggantian kartu debit BNI. Namun hal itu akan dilakukan jika kejahatan dengan cara pengintipan PIN semakin marak atau meresahkan.&quot;Mau tidak mau, kartu debit akan berubah wujud. Kalau kasus ini kian marak,&quot; ujar Tachi.Namun, Wakil Direktur Utama BNI Felia Salim menambahkan, pihaknya tidak bisa memastikan kapan kartu tersebut akan diganti. Dia mengimbau kepada nasabah BNI agar meningkatkan kewaspadaan penggunaan kartunya.&quot;Kami akan meningkatkan regular checking dua kali sehari, dan akan kami intensiifkan,&quot; tegasnya.Lebih lanjut Tachi mengatakan, pihaknya juga melakukan kerjasama dengan pihak kepolisian untuk melakukan monitoring ATM, untuk meminimalisir kejahatan serupa.Walaupun kejahatan pengintipan PIN sedang mencuat, namun BNI mengatakan nasabahnya masih mempercayai bank milik pemerintah ini. Tidak ada penarikan dana besar-besaran dari masyarakat.</description><content:encoded>JAKARTA - Dengan adanya tindak kejahatan pembobolan ATM dengan cara pengintipan atau skimmer, Bank Negara Indonesia (BNI) 1946 telah melengkapi ATM-nya dengan antiskim.&quot;Sekitar 70 persen ATM BNI di Indonesia sudah menggunakan antiskimming,&quot; ujar Head External Communication BNI 46, Tachi, saat menggelar konferensi pers di lantai 32, Gedung BNI 46, Jakarta, Kamis (21/1/2010).Namun Tachi tidak bisa menyebutkan alat tersebut secara teknis. &quot;Ini adalah upaya kami untuk meminimalisir kejahatan skimmer,&quot; ucapnya.Selain memfasilitasi ATM dengan antiskim, BNI juga berencana akan melakukan penggantian kartu debit BNI. Namun hal itu akan dilakukan jika kejahatan dengan cara pengintipan PIN semakin marak atau meresahkan.&quot;Mau tidak mau, kartu debit akan berubah wujud. Kalau kasus ini kian marak,&quot; ujar Tachi.Namun, Wakil Direktur Utama BNI Felia Salim menambahkan, pihaknya tidak bisa memastikan kapan kartu tersebut akan diganti. Dia mengimbau kepada nasabah BNI agar meningkatkan kewaspadaan penggunaan kartunya.&quot;Kami akan meningkatkan regular checking dua kali sehari, dan akan kami intensiifkan,&quot; tegasnya.Lebih lanjut Tachi mengatakan, pihaknya juga melakukan kerjasama dengan pihak kepolisian untuk melakukan monitoring ATM, untuk meminimalisir kejahatan serupa.Walaupun kejahatan pengintipan PIN sedang mencuat, namun BNI mengatakan nasabahnya masih mempercayai bank milik pemerintah ini. Tidak ada penarikan dana besar-besaran dari masyarakat.</content:encoded></item></channel></rss>
