<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Angkutan Umum Sebaiknya Pakai Teknologi Hybrid   </title><description>Isu pengembangan mobil hybrid yang ramah lingkungan, hendaknya tidak hanya untuk mobil pribadi tapi juga untuk kendaraan komersial.  </description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2009/10/29/52/270545/angkutan-umum-sebaiknya-pakai-teknologi-hybrid</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2009/10/29/52/270545/angkutan-umum-sebaiknya-pakai-teknologi-hybrid"/><item><title>Angkutan Umum Sebaiknya Pakai Teknologi Hybrid   </title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2009/10/29/52/270545/angkutan-umum-sebaiknya-pakai-teknologi-hybrid</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2009/10/29/52/270545/angkutan-umum-sebaiknya-pakai-teknologi-hybrid</guid><pubDate>Jum'at 30 Oktober 2009 10:25 WIB</pubDate><dc:creator>Prasetyo Adhi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/10/29/52/270545/kygRHMsbJx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/10/29/52/270545/kygRHMsbJx.jpg</image><title>(foto: Ist)</title></images><description>     Normal   0               false   false   false      EN-US   X-NONE   X-NONE                                                     MicrosoftInternetExplorer4                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;}   JAKARTA - Isu pengembangan mobil hybrid yang ramah lingkungan, hendaknya tidak hanya untuk mobil pribadi tapi juga untuk kendaraan komersial.  Demikian dipaparkan Ketua Komisi Organisasi Dewan Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Ririn Sefsani dalam Seminar &amp;quot;Tren Green Car dalam Pasar Automotif 2010&amp;quot; di FX Plasa, Jakarta, Kamis (29/10/2009).  Karena menurut Ririn, sumber pencemaran udara khususnya di Jakarta berasal dari emisi gas buang para angkutan umum. &amp;quot;Kalau saat ini mulai banyak mobil pribadi yang ramah lingkungan, mengapa tidak coba diterapkan pada kendaraan umum,&amp;quot; tutur dia.  Dia mengatakan, apa yang saat ini diterapkan pada bus transjakarta dan beberapa armada taksi yang menggunakan bahan bakar gas sangatlah baik. &amp;quot;Dan akan lebih bagus kalau semua anhkutan umum menggunakan teknologi ramah lingkungan,&amp;quot; tutur Ririn.  Sebab, tambahnya, sampai saat ini Indonesia selalu menduduki peringkat lima besar sebagai negara penghasil polusi terbesar di dunia. &amp;quot;Kalau, mobil-mobil umum pakai teknologi ramah lingkungan, pasti polusi yang selama ini timbul dari bus, angkot, dan truk bisa ditekan,&amp;quot; katanya.    </description><content:encoded>     Normal   0               false   false   false      EN-US   X-NONE   X-NONE                                                     MicrosoftInternetExplorer4                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;}   JAKARTA - Isu pengembangan mobil hybrid yang ramah lingkungan, hendaknya tidak hanya untuk mobil pribadi tapi juga untuk kendaraan komersial.  Demikian dipaparkan Ketua Komisi Organisasi Dewan Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Ririn Sefsani dalam Seminar &amp;quot;Tren Green Car dalam Pasar Automotif 2010&amp;quot; di FX Plasa, Jakarta, Kamis (29/10/2009).  Karena menurut Ririn, sumber pencemaran udara khususnya di Jakarta berasal dari emisi gas buang para angkutan umum. &amp;quot;Kalau saat ini mulai banyak mobil pribadi yang ramah lingkungan, mengapa tidak coba diterapkan pada kendaraan umum,&amp;quot; tutur dia.  Dia mengatakan, apa yang saat ini diterapkan pada bus transjakarta dan beberapa armada taksi yang menggunakan bahan bakar gas sangatlah baik. &amp;quot;Dan akan lebih bagus kalau semua anhkutan umum menggunakan teknologi ramah lingkungan,&amp;quot; tutur Ririn.  Sebab, tambahnya, sampai saat ini Indonesia selalu menduduki peringkat lima besar sebagai negara penghasil polusi terbesar di dunia. &amp;quot;Kalau, mobil-mobil umum pakai teknologi ramah lingkungan, pasti polusi yang selama ini timbul dari bus, angkot, dan truk bisa ditekan,&amp;quot; katanya.    </content:encoded></item></channel></rss>
