<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berubah Pikiran, Twitter Pasang Iklan </title><description>Twitter nampaknya mulai berubah pikiran. Jika dulu dia menyebutkan enggan memasang iklan, kini situs mikroblogging tersebut mulai mempertimbangkan peraturan baru yang memungkinkan kehadiran iklan dalam situsnya.  </description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2009/09/13/55/257057/berubah-pikiran-twitter-pasang-iklan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2009/09/13/55/257057/berubah-pikiran-twitter-pasang-iklan"/><item><title>Berubah Pikiran, Twitter Pasang Iklan </title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2009/09/13/55/257057/berubah-pikiran-twitter-pasang-iklan</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2009/09/13/55/257057/berubah-pikiran-twitter-pasang-iklan</guid><pubDate>Minggu 13 September 2009 14:10 WIB</pubDate><dc:creator>Rachmatunnisa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/09/13/55/257057/sRK2bvAlC6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Twitter kini membuka peluang untuk menghadirkan iklan disitusnya (Foto: Twitter) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/09/13/55/257057/sRK2bvAlC6.jpg</image><title>Twitter kini membuka peluang untuk menghadirkan iklan disitusnya (Foto: Twitter) </title></images><description>LOS ANGELES - Twitter nampaknya mulai berubah pikiran. Jika dulu dia menyebutkan enggan memasang iklan, kini situs mikroblogging tersebut mulai mempertimbangkan peraturan baru yang memungkinkan kehadiran iklan dalam situsnya.Twitter memiliki banyak cara untuk menghasilkan uang dari layanannya. Namun nampaknya sang co-founder, Bizz Stone tidak mempertimbangkan pemasangan iklan sebagai salah satu sumber untuk meningkatkan penghasilan mereka.Tetapi kini, Stone mulai mempertimbangkan potensi pemasangan iklan pada Twitter. Dengan total pengakses lebih dari 45 juta setiap bulannya, Stone percaya hal ini bisa menjadi modal yang kuat guna menarik para pemasang iklan untuk memajang iklan mereka di situsnya. Pada pekan ini, Stone secara resmi mengumumkan bahwa situs yang baru berusia dua tahun itu telah merevisi &amp;quot;terms of service&amp;quot; yang didalamnya tercantum aturan baru soal pemasangan iklan. &amp;quot;Kini, Twitter membuka kesempatan bagi para pemasang iklan,&amp;quot; tulis Stone dalam blog resmi Twitter yang dikutip oleh Reuters, Minggu (13/9/2009). Stone sendiri sebelumnya sempat mengatakan bahwa dirinya khawatir bahwa pemasangan iklan akan mengganggu penglihatan para pengguna ketika mengakses situsnya. Namun beberapa analis menyebutkan, Twitter sangat potensial meraup keuntungan dari iklan. Para pengguna cenderung menghabiskan waktu berjam-jam mengunjungi situs tersebut. Hal ini menjadi daya tarik utama bagi para pemasang iklan untuk mengiklankan produk mereka dengan cara yang menarik. </description><content:encoded>LOS ANGELES - Twitter nampaknya mulai berubah pikiran. Jika dulu dia menyebutkan enggan memasang iklan, kini situs mikroblogging tersebut mulai mempertimbangkan peraturan baru yang memungkinkan kehadiran iklan dalam situsnya.Twitter memiliki banyak cara untuk menghasilkan uang dari layanannya. Namun nampaknya sang co-founder, Bizz Stone tidak mempertimbangkan pemasangan iklan sebagai salah satu sumber untuk meningkatkan penghasilan mereka.Tetapi kini, Stone mulai mempertimbangkan potensi pemasangan iklan pada Twitter. Dengan total pengakses lebih dari 45 juta setiap bulannya, Stone percaya hal ini bisa menjadi modal yang kuat guna menarik para pemasang iklan untuk memajang iklan mereka di situsnya. Pada pekan ini, Stone secara resmi mengumumkan bahwa situs yang baru berusia dua tahun itu telah merevisi &amp;quot;terms of service&amp;quot; yang didalamnya tercantum aturan baru soal pemasangan iklan. &amp;quot;Kini, Twitter membuka kesempatan bagi para pemasang iklan,&amp;quot; tulis Stone dalam blog resmi Twitter yang dikutip oleh Reuters, Minggu (13/9/2009). Stone sendiri sebelumnya sempat mengatakan bahwa dirinya khawatir bahwa pemasangan iklan akan mengganggu penglihatan para pengguna ketika mengakses situsnya. Namun beberapa analis menyebutkan, Twitter sangat potensial meraup keuntungan dari iklan. Para pengguna cenderung menghabiskan waktu berjam-jam mengunjungi situs tersebut. Hal ini menjadi daya tarik utama bagi para pemasang iklan untuk mengiklankan produk mereka dengan cara yang menarik. </content:encoded></item></channel></rss>
