<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Faktor Sospol Hambat Perkembangan Teknologi Nuklir</title><description>Kondisi sosial dan politik Indonesia masih menjadi penghambat perkembangan teknologi nuklir di Indonesia. Padahal secara teknologi dan ekonomi Indonesia sudah mampu menerapkan nuklir, terutama untuk pembangkit tenaga listrik. </description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2009/07/31/56/243932/faktor-sospol-hambat-perkembangan-teknologi-nuklir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2009/07/31/56/243932/faktor-sospol-hambat-perkembangan-teknologi-nuklir"/><item><title>Faktor Sospol Hambat Perkembangan Teknologi Nuklir</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2009/07/31/56/243932/faktor-sospol-hambat-perkembangan-teknologi-nuklir</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2009/07/31/56/243932/faktor-sospol-hambat-perkembangan-teknologi-nuklir</guid><pubDate>Jum'at 31 Juli 2009 17:48 WIB</pubDate><dc:creator>Stefanus Yugo Hindarto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/07/31/56/243932/7QqeTzV0OC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Technology Indonesia)  </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/07/31/56/243932/7QqeTzV0OC.jpg</image><title>(Foto: Technology Indonesia)  </title></images><description>JAKARTA - Kondisi sosial dan politik Indonesia masih menjadi penghambat perkembangan teknologi nuklir di Indonesia. Padahal secara teknologi dan ekonomi Indonesia sudah mampu menerapkan nuklir, terutama untuk pembangkit tenaga listrik.Hal itu diungkapkan Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman di acara 'Talkshow To CEO' yang digelar Trijaya Network di Hotel Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (31/7/2009).Kusmayanto mengungkapkan, PLTN adalah visi besar dari mantan Presiden Soekarno. &amp;quot;Tak ada satu negara yang memiliki bom nuklir mengalami civil war, dan teknolgi nuklir itu sudah sangat aman,&amp;quot; ujarnya.Saat ini, lanjut pria yang akrab disapa 'KK' itu, Indonesia memiliki tiga reaktor nuklir, di Bandung Yogyakarta, dan Tangerang. &amp;quot;Hingga sekarang belum ada kecelakaan, ini menunjukkan teknologi nukliraman,&amp;quot; ujarnya.Selanjutnya, Kusmayanto mengatakan,Â  visi Soekarno sudah dituangkan dalam UU yang menyatakan bahwa pada 2016 Indonesia harus mengimplementasikan PLTN. &amp;quot;Tapi yang terjadi isu PLTN menjadiÂ  peluang untuk dijadikan peluru politik, &amp;quot;ujarnya.PLTN telah masuk dalam keputusan strategis nasional dan untuk mengimplementasikannya harus dilihat dalam empat faktor, yakni politik, teknologi, ekonomi, dan sosial. &amp;quot;Teknologi dan ekonomi sudah siap, tapi sosial-politik belum,&amp;quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kondisi sosial dan politik Indonesia masih menjadi penghambat perkembangan teknologi nuklir di Indonesia. Padahal secara teknologi dan ekonomi Indonesia sudah mampu menerapkan nuklir, terutama untuk pembangkit tenaga listrik.Hal itu diungkapkan Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman di acara 'Talkshow To CEO' yang digelar Trijaya Network di Hotel Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (31/7/2009).Kusmayanto mengungkapkan, PLTN adalah visi besar dari mantan Presiden Soekarno. &amp;quot;Tak ada satu negara yang memiliki bom nuklir mengalami civil war, dan teknolgi nuklir itu sudah sangat aman,&amp;quot; ujarnya.Saat ini, lanjut pria yang akrab disapa 'KK' itu, Indonesia memiliki tiga reaktor nuklir, di Bandung Yogyakarta, dan Tangerang. &amp;quot;Hingga sekarang belum ada kecelakaan, ini menunjukkan teknologi nukliraman,&amp;quot; ujarnya.Selanjutnya, Kusmayanto mengatakan,Â  visi Soekarno sudah dituangkan dalam UU yang menyatakan bahwa pada 2016 Indonesia harus mengimplementasikan PLTN. &amp;quot;Tapi yang terjadi isu PLTN menjadiÂ  peluang untuk dijadikan peluru politik, &amp;quot;ujarnya.PLTN telah masuk dalam keputusan strategis nasional dan untuk mengimplementasikannya harus dilihat dalam empat faktor, yakni politik, teknologi, ekonomi, dan sosial. &amp;quot;Teknologi dan ekonomi sudah siap, tapi sosial-politik belum,&amp;quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
