<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Deplu Yakin Tidak Ada Aksi 'Spionase' </title><description>Departemen Luar (Deplu) Negeri Indonesia sangat yakin tidak ada bentuk penyusupan apapun dalam sistem komputer mereka.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2009/03/30/55/205902/deplu-yakin-tidak-ada-aksi-spionase</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2009/03/30/55/205902/deplu-yakin-tidak-ada-aksi-spionase"/><item><title>Deplu Yakin Tidak Ada Aksi 'Spionase' </title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2009/03/30/55/205902/deplu-yakin-tidak-ada-aksi-spionase</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2009/03/30/55/205902/deplu-yakin-tidak-ada-aksi-spionase</guid><pubDate>Senin 30 Maret 2009 12:13 WIB</pubDate><dc:creator>Stefanus Yugo Hindarto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/03/30/55/205902/qGT7gYy7EC.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/03/30/55/205902/qGT7gYy7EC.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Departemen Luar (Deplu) Negeri Indonesia sangat yakin tidak ada bentuk penyusupan apapun dalam sistem komputer mereka.&amp;quot;Sejauh pengamatan Deplu, kami yakin tidak ada aksi penyusupan ke sistem komputer kami karena sistem jaringan deplu di desain dan dioperasikan sendiri oleh Deplu,&amp;quot; ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Teuku Faizasyah, melalui pesan singkatnya kepada okezone, Senin (30/3/2009), terkait konfirmasi mengenai aksi spionase yang kabarnya dilakukan oleh pemerintah China ke beberapa negara, termasuk Indonesia.Meskipun begitu, Jubir Deplu yang saat ini sedang menemani Menlu Hasan Wirajuda di Srilanka, dalam rangka pertemuan bilateral RI - Srilanka, mengatakan akan menyelediki dan memantau berita yang berkembang.Seperti dilansir Associated Press, Senin (30/3/2009), aksi tersebut dilakukan hacker di China yang menyebarkan malware yang dapat mengirim dan menerima data dari komputer pemerintah 103 negara yang terinfeksi, melalui jaringan komputer kementerian luar negeri negara-negara tersebut. IWM menemukan malware tersebut di komputer-komputer milik kedutaan India, Korea selatan, Siprus, Malta, Thailand, Taiwan, Portugal, Jerman, Pakistan, termasuk Indonesia.Kendati demikian, China belum mau berkomentar mengenai aksi spionase itu. Diprediksi aksi itu, merupakan bagian dari usaha China memantau aksi dukungan dunia terhadap Tibet.</description><content:encoded>JAKARTA - Departemen Luar (Deplu) Negeri Indonesia sangat yakin tidak ada bentuk penyusupan apapun dalam sistem komputer mereka.&amp;quot;Sejauh pengamatan Deplu, kami yakin tidak ada aksi penyusupan ke sistem komputer kami karena sistem jaringan deplu di desain dan dioperasikan sendiri oleh Deplu,&amp;quot; ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Teuku Faizasyah, melalui pesan singkatnya kepada okezone, Senin (30/3/2009), terkait konfirmasi mengenai aksi spionase yang kabarnya dilakukan oleh pemerintah China ke beberapa negara, termasuk Indonesia.Meskipun begitu, Jubir Deplu yang saat ini sedang menemani Menlu Hasan Wirajuda di Srilanka, dalam rangka pertemuan bilateral RI - Srilanka, mengatakan akan menyelediki dan memantau berita yang berkembang.Seperti dilansir Associated Press, Senin (30/3/2009), aksi tersebut dilakukan hacker di China yang menyebarkan malware yang dapat mengirim dan menerima data dari komputer pemerintah 103 negara yang terinfeksi, melalui jaringan komputer kementerian luar negeri negara-negara tersebut. IWM menemukan malware tersebut di komputer-komputer milik kedutaan India, Korea selatan, Siprus, Malta, Thailand, Taiwan, Portugal, Jerman, Pakistan, termasuk Indonesia.Kendati demikian, China belum mau berkomentar mengenai aksi spionase itu. Diprediksi aksi itu, merupakan bagian dari usaha China memantau aksi dukungan dunia terhadap Tibet.</content:encoded></item></channel></rss>
